Dag Dig Dug Sesi Wawancara Calon Petualang ACI detikcom

25 Jul 2011

ACI DetikComCuaca pagi itu cukup terik (25/7). Mentari bersinar secerah-cerahnya. Jika bukan karena ada kuliah Semester Pendek a.k.a SP, diriku gak mungkin ngebela-belain dateng jauh-jauh dari Palembang. What ever lah, namanya kewajiban kudu dijalanin.

Perjalanan 1 jam di bus kota tua ini pun saya habiskan dengan berlayar ke pulau kapuk. Lumayan, bisa bikin mata tambah segar setibanya di kampus nanti. Tapi apa yang terjadi selanjutnya ?? Dosennya belum dateng man. Dan bisa dipastikan tidak akan mengajar kuliah. KEJAM !!! Padahal waktu udah nunjukin lewat 1 jam lebih dari jadwal yang ditentukan, 09.00 WIB.

Tapi namanya juga mahasiswa. Dan saya gak mau munafik akan hal itu. Dosen gak dateng bukan berarti jadi gak asyik khan. So, langkah selanjutnya adalah pergi menuju lab di lantai 3 ComLab Fasilkom. Adeeem, setidaknya AC diruangan ini bikin tubuh jadi nggak gerah. Apalagi ruangan ini ditunjang dengan akses wifi-nya. Manteb dah. Hehehe….

Waktu udah menunjukkan pukul 11.30 siang. Udah gak ada beban kuliah lagi pagi itu. Pokoknya diriku udah asyik browsing gitu. Dan tiba-tiba Hp berdering. Dari nomor yang gak dikenal 08161979xxx. Ketika diangkat, seorang perempuan berbicara diujung sambungan.

“Hallo, dengan M. Fandagri Hartanto ?” ujar si perempuan. “Iya betul, maaf ini dengan siapa ?” ujar saya rada-rada kaget juga. Soalnya jarang-jarang sih ada yang nelpon, Hehehe….. “Kita dari redaksi ACI detikcom. Siap untuk melakukan wawancara sekarang ?” ujar suara di seberang yang tak lain adalah dewan juri dari program ACI detikcom.

“Eh, iya mbak. Siap-siap. Emang videonya udah diterima ya ?” ujar saya yang tiba-tiba jadi PANIK luar biasa. Maklum nggak ada persiapan sama sekali jika ada wawancara by phone kayak gini. “Iya udah, makanya kita telpon sekarang. Gimana siap wawancara ?” ujarnya. “Siap mbak, tapi bentar ya saya nge-charge hp dulu. Baterai low soalnya.”

Singkat cerita, wawancara pun dimulai. Sumpah diriku tegaaa….ng banget. Nggak kebayang kalo wawancara ini dilakukan langsung dengan tatap muka. Pasti lebih Dag Dig Dug….Dag Dig Dug…. dari saat ini. Oke, pertama-tama, saya disuruh mendeskripsikan diri dulu. Setelah panjang lebar mendeskripsikan diri, saya ditanya kayak gini, “Coba kamu jelaskan alasan mengapa kamu layak menjadi salah satu petualang di program ini !” ujarnya. Mulailah diriku cuap-cuap sok meyakinkan ini itu. Pokoknya ngaliiir aja, gak tahu kalo dada berdebar-debar.

Tiba di sesi selanjutnya, suara di seberang bilang kayak gini. “Oke, sekarang coba kamu jelaskan keunggulan atau keunikan diri kamu dibanding calon petualang lainnya. Pokoknya yang membuat diri kamu terlihat berbeda dari calon petualang lainnya. Misalnya selama diperjalanan kamu itu pinter masak, atau apalah”. “Soalnya yang ngaku seorang blogger itu udah banyak, yang jadi jurnalis dan pinter nulis pun banyak banget,” katanya. SUMPAH !! Pertanyaan ini bikin saya ngerasa kentaaaaaang banget. Bingung mo ngejawab apa. Saya aja bingung yang spesial di diri ini apa aja. Oh God, help me ujar saya dalam hati saat itu.

Ngerasa terpojok banget, apa sih yang membuat saya terlihat berbeda dari yang lain. Yang penting jawab aja lah. Hiks…Hiks…. Well, lanjut ke pertanyaannya selanjutnya. “Nah, Fandagri khan tinggal di Sumatera Selatan. Tepatnya di Palembang. Coba kamu jelaskan Palembang dalam waktu 2 menit. Memastikan mengapa Palembang layak dijadikan tempat berkunjung. Tuk pertanyaan ini saya merasa PD banget. Palembang adalah bla…bla…bla………..

Selesai pertanyaan itu, saya ditanya kembali apakah pernah melakukan perjalanan. Paling jauh kemana aja dan dengan siapa. Ya udah, saya jelasin aja kalo tempat terjauh yang pernah saya kunjungin adalah Jogjakarta. Dan bagaimana kronologis perjalanan itu terjadi. Tak lupa saya juga ditanya melakukan perjalanan tersebut dalam waktu berapa lama dan menghabiskan uang berapa.

Selesai sesi ini, saya disuruh menyebutkan 5 barang yang wajib dibawa saat melakukan perjalanan. Ya udah, saya jawab aja kalo ke 5 item tersebut meliputi : uang, perlengkapan pribadi, obat-obatan, kamera, dan alat tulis. Aduuuh, bener nggak ya jawabannya ??? Nggak yakin sih. SUMPAH deh….

Pertanyaan terakhir. Jika diberi kesempatan, mau melakukan perjalanan ke mana ?? Yang terlintas di benak saya saat itu cuma 1 tempat. BALI (jawaban terkonyol yang baru saya sadari setelah selesai wawancara). Mengapa Bali ? Karena sebagai warga Indonesia rasanya gimanaaaa gitu, kok belum pernah ke Bali. Bule aja tahunya Indonesia itu ya Bali. Atau Bali itu ya Indonesia. Ada rasa malu jika belum pernah menginjakkan kaki ke tempat ini. Malu sebagai WNI. Lagian liburan semester kemarin, udah diniatin datang ke Pulau Dewata ini, tapi harus di cancel ditengah jalan.

Selesai. Setelah wawancara, saya disuruh menanti pengumumannya tanggal 18 Agustus gitu (kalo nggak salah sih). Dan ngecek apakah masuk sebagai Petualang ACI detikcom 2011 di websitenya. Masih panas dingin sehabis wawancara tadi hingga percakapan pun akhirnya terputus.

Pelataran Benteng Kuto Besak Dengan Latar Jembatan AmperaAlhamdulillah, walau tidak yakin 100% setidak-tidaknya saya udah berusaha. Sebab diantara sekian banyak pendaftar masih diberi kesempatan masuk ke dalam 750 kandidat petualang. Apalagi dibandingkan tahun lalu yang sama sekali nggak masuk nominasi. Bener kata salah seorang temen. Fan, gimana mau menang, kalo masuk nominasinya aja nggak. Masuk akal juga sih kalo difikir-fikir. Tapi, siapa sih yang nggak kepincut menjadi petualang dan bisa jalan-jalan gratis dari ACI detikcom.

MAUUUU………!!!!!!!


TAGS detikcom ACI detikcom ACI2011 Aku Cinta Indonesia


-

Author

Search

Recent Post