Berkunjung ke Pasar 16, Pusat Grosir Kota Palembang

30 Apr 2012

Pasar 16 Ilir Palembang

Sebagai pusat dari Kesultanan Palembang Darussalam, Kota Palembang tempo dulu tentu membutuhkan tempat yang pas sebagai pusat perekonomian masyarakatnya.

Apalagi hampir sebagian besar wilayah Palembang merupakan daerah sungai, maka dipilihlah kawasan 16 Ilir yang berada tepat di tepian Sungai Musi sebagai pasar dan pusat perekonomian masyarakat Palembang terdahulu hingga saat ini. Bahkan seiring waktu, Pasar 16 Ilir terus berkembang dan tercatat sebagai pusat grosir di Palembang.

Pasar 16 Ilir Masa Kini

Menurut catatan sejarah Palembang, sebelum ada campur tangan dari pemerintah kolonial Belanda terhadap alam di Palembang ini, yaitu sebelum abad ke-20, kawasan Pasar 16 Ilir (saat ini) dahulunya merupakan pemukiman masyarakat di tepian Sungai Musi. Dikawasan itu, terdapat Sungai Tengkuruk, yang merupakan salah satu anak Sungai Musi dan salah satubagiannya bertemu dengan Sungai Kapuran.Sementara, Sungai Kapuran, bertemu pula dengan Sungai Sekanak.

Sebagaimana sifat orang Melayu Palembang, kawasan tepian sungai merupakan lokasi favorit untuk pemukiman. Pilihan ini juga merupakan pilihan cerdas mengingat saat itu jalur transportasi adalah air. Perahu-perahu yang berasal dari pedalaman (hulu) dengan tujuan utama berdagang, menjadikan Sungai Tengkuruk sebagai tempat singgah. Hingga sekitar tahun 1910, Sungai Tengkuruk masih normal .

Di atas sungai tersebut, terdapat jembatan dan tangga-tangga yang menghubungkannya dengan daratan. Jika dilihat dari arah pertigaan Jl Masjid Lama (saat ini), di sepanjang tepian sungai sebelah kiri, berjajar pertokoan. Sedangkan di bagian kanan, tampak rumah-rumah panggung milik masyarakat.

Di bagian lain sungai itu, tampaklah tangga raja (hingga kini masih dinamakan demikianmeskipun sudah tak ada lagi sungai dan tangganya). Tangga ini berfungsi sebagai tempat naik turunnya para pembesar Kesultanan Palembang Darussalam.

Seperti lazimnya perkembangan pasar saat ini, perdagangan diPasar 16 Ilir berawal dari pasar tumbuh , yang terletak di tepian Sungai Musi (sekarang Gedung Pasar 16 Ilir Baru hingga Sungai Rendang, Jl Kebumen). Pola perdagangan di lokasi itu, setidaknya hingga awal 1900-an, dimulai dariberkumpulnya pedagang cungkukan (hamparan), yang kemudianberkembang dengan pembangunan petak permanen.

Untuk kawasan Pasar Baru (hingga kini masih bernama Jl. Pasar Baru), yang saat itu sudah berderet bangunan bertingkat dua, yang bagian bawahnya menjadi tempat berjualan. Los-los mulai dibangun sekitar tahun 1918 dandipermanenkan sekitar tahun 1939. Sementara itu, muara Sungai Rendang, menjadi salah satu dermaga pilihan perahu kajang (perahu beratap) berlabuh.

Lokasi Pasar 16 Ilir Palembang on Google Map

Lokasi Pasar 16 Ilir Palembang on Google Map

Waktu terus berputar. Dan kini, pasar 16 Ilir Palembang telah menjelma menjadi pusat kota dan perekonomian bagi masyarakatnya. Semua barang tersedia disini. Dan semuanya itu tidak terlepas dari kerja keras Pemerintah Palembang dan Provinsi Sumatera Selatan dalam melihat asset dan peluang yang dimiliki oleh pasar ini.

Meski begitu, pasar ini nampaknya harus terus berbenah. Secara kasat mata, pasar ini hampir sama dengan Pasar Baru yang terletak di Kota Bandung. Tempat strategis dan menjadi magnet pariwisata. Namun sayangnya, semua yang tersaji di Pasar 16 Ilir ini belum tergarap secara apik dan maksimal untuk menyamainya.

Butuh kerja keras dan kerja cerdas, sehingga ke depannya setiap wisatawan yang berkunjung ke Sumatera Selatan, khususnya Palembang, tertanam sebuah paradigma, belum ke Palembang rasanya jika belum menginjakkan kaki ke pasar 16 ini.

Gimana, siap berbelanja di pasar kebanggaannya wong Palembang ini? Tunggu apa lagi, It’s Shopping Time !!

Tulisan ini diikutsertakan dalamKompetisi Blog Pesona Sumatera Selatan


TAGS


-

Author

Search

Recent Post