Menyusuri Riak “Sang Perawan” di Bumi Sriwijaya

30 Apr 2012

Entah disadari atau tidak oleh kita, ternyata provinsi terkaya no. 5 di Indonesia ini memiliki objek wisata dan panorama alam yang sangat kaya dan mengagumkan loh.Tujuan wisata di Sumatera Selatan ini pun tidak hanya berupa tempat-tempat yang sudah dikenal umum, tetapi ada juga ada objek yang belum begitu digarap bahkan ada yang masih perawan. Penasaran ?? Berikut ulasannya.

Air Terjun Tujuh Panggung, Sulitnya Akses Menuju Kesana

Air terjun ini terletak di Desa Tanjungalam, Lintang Kanan, Kabupaten Empat Lawang.Sebagai daerah pemekaran dari Kabupaten Lahat, Kabupaten Empat Lawang ternyata tidak sedikitmemilikiobjek wisata. Selain memberikan keindahan, juga sedikit tantangan. Di lokasi di atas deretan Bukit Barisan yang terletak 1.200 meter di atas permukaan laut (dpl), air terjun Tujuh Panggung mampu memberikan nuansa segar alam pegunungan bagi para pengunjung.

Eksotisme Sang Perawan (Foto :Dok SE)

Eksotisme Sang Perawan (Foto : Dok SE)

Dengan panorama alam yang masih belum tersentuh, air terjun ini terletak di antara kebun-kebun warga dan kawasan hutan yang juga masih perawan. Bahkan, untuk mencapainya, para pengunjung harus rela berjalan kaki sekitar tiga jam dari desa terdekat, Tanjungalam. Mau naik ojek? Ada sih, tetapi hanya mampu mengantarkan kita sampai separuh jalan. Selebihnya pengunjung tetap harus berjalan kaki meniti jalan setapak di lereng bukit yang terjal nan licin berlumut.

Memang sangat disayangkan, sebab akses jalan yang tersedia masih berupa jalan setapak dan harus melewati bukit terjal dan hutan rimbun. Itu pun baru sampai ke panggung kedua. Selanjutnya masih berupa jalan yang melintasi semak belukar. Emang sih, menurut pengakuan warga sekitar sendiri, selama ini keindahan air terjun ini hanya dinikmati oleh warga desanya.

Air terjun di panggung pertama terdiri dari enam deretan air mancur yang masing-masing setinggi sekitar dua meter dan di bawahnya ada lubuk sedalam sekitar 3-4 meter dengan luas sekitar 45 meter. Tentu saja airnya yang jernih dan dingin akan membuat yang memandangnya berkeinginan untuk berendam. Segeeeeer.

Sementara itu, panggung kedua hingga ketujuh juga memberikan nuansa yang tak kalah berbeda. Sebab ketinggian masing-masing air terjunnya memang berbeda, antara 5-14 meter. Di panggung ketujuh, malahan terdapat dua sumber air yang mengucur ke lubuk di bawahnya. Namun belum ada satu orang pun yang berani menapakinya, karena memang jalan kesana cukup terjal. Kemiringan tebing bebatuannya mencapai 45 derajat.

Air Terjun Bidadari, Legenda Pemandian 7 Bidadari

Selain memiliki keindahan wisata dari pegunungan, Kabupaten Lahat juga menyimpan panorama air terjun. Disini, para pelancong bisa menikmati keindahannya. Bahkan, berdasarkan cerita turun temurun masyarakat Lahat, air terjun ini pernah digunakan oleh bidadari saat mandi. Hmm…masak sih?

Air Terjun Bidadari di Kabupaten Lahat

Sang Bidadari pun tertarik untuk menikmati kesegaran airnya

Nah, dari kisah tersebut, akhirnya air terjun yang berada di Desa Karang Dalam, Kecamatan Pulau Pinang ini dikenal dengan nama Air Terjun Bidadari. Selain menyajikan keindahan alam yang alami, lokasinya juga cukup mudah untuk dicapai.

Terletak di Desa Karang Dalam Kecamatan Pulau Pinang kurang lebih 8 km dari Kota Lahat. Di sekitar lokasi Air Terjun tersebut, ada 3 air terjun lagi (Air Terjun Bujang Gadis, Air Terjun Sumbing dan Air Terjun Naga) yang dapat dinikmati dengan menyusuri aliran dari Air Terjun Bidadari.

Oh ya, air terjun ini memiliki cerita rakyat tersendiri. Mitos perempuan cantik berambut panjang dari kayangan mengiringi cerita keindahan air terjun yang oleh warga sekitar disebut sebagai Tujuh Bidadari tersebut.

Cerita turun-temurun ini memang layak mewakili kesegaran air yang jatuh dari sela-sela batu Kali Banteng tersebut. Kondisi tempat air terjun yang masih alami dan udara sejuk dikawasan ini tidak heran kalau bidadari pun singgah ke tempat ini. Di objek wisata ini kita dapat jalan-jalan dengan dipandu oleh penduduk sekitar.

Air Terjun Bedegung, Air Jatuh dari Ketinggian 99 Meter

Wisata alam di Sumsel beberapa tahun terakhir terus menunjukkan peningkatan dari sisi pengunjung.Setiap hari libur tempat-tempat wisata selalu ramai pengunjung, seperti Air Terjun Bedegung ini. Terletak di Desa Bedegung, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim. Dari ibu kota Kabupaten Muara Enim sekitar 56 kilometer di sebelah selatan.

Bedegung, air jatuh dari ketinggian 99 meter

Bedegung, air jatuh dari ketinggian 99 meter

Ketinggian air terjun ini mencapai 99 meter. Setiap akhir pekan tempat ini selalu dikunjungi muda-mudi setempat untuk memadu kasih. Percaya nggak nih, meski tidak memiliki gunung sebagai sumber utama mata air, Air Terjun Bedegung ini tidak pernah kering loh. Airnya bersumber dari celah-celah batu Bukit Barisan dan turun ke bawah membentuk sebuah sungai kecil yang deras.

Untuk menuju ke Air Terjun Bedegung, kita bisa menempuhnya melalui jalan darat. Baik menggunakan bus atau kendaraan pribadi, juga bisa menggunakan kereta api. Apalagi untuk memudahkan para pengunjung khususnya yang berasal dari luar Muara Enim, Pemkab Muara Enim dan Pemprov Sumsel telah membangun jalan baru dari Kota Prabumulih menuju Simpang Meo sepanjang 87 kilometer melalui areal hutan tanaman industri dan perkebunan kelapa sawit.

Dari Palembang,jarak tempuh menuju tempat wisata ini hanya butuh waktu 2 jam atau sekitar 177 km. Jarak ini lebih singkat dibandingkan melalui Muara Enim yang berarti harus menempuh 239 km. Air terjun alami ini merupakan tempat rekreasi yang memberikan kesejukan bagi pengunjung karena hembusan angin yang membawa butiran-butiran air. Suasana alam pegunungan di sekitarnya benar-benar mengesankan, sangat cocok untuk wisata akhir pekan bersama keluarga.

Sebuah Renungan

Oh ya, karena letaknya yang cenderung jauh dari pusat kota dan keramaian, tak pelak objek wisata air terjun nan cantik ini terlepas dari pemantauan dan pengawasan dinas terkait serta pemerintah setempat. Seperti beberapa kejadian yang sempat diwartakan oleh beberapa rekan media yang ada di Sumatera Selatan.

Mulai dari sarana dan fasilitas penunjang yang sangat minim bagi para wisatawan seperti MCK dan akses jalan, serta praktik pungutan karcis liar oleh oknum setempat, hingga aksi premanisme. [sumber Sripo dan Sindo]

Kita semua tentu berharap, aset wisata yang tak ternilai harganya ini mampu mengangkat citra dan nama Provinsi Sumatera Selatan tercinta. Butuh modal yang tidak sedikit memang, serta peran serta seluruh lapisan masyarakatnya. Namun selagi ada kemauan disitu pasti ada jalan. Jika daerah lainnya saja bisa maju, mengapa kita tidak.

Jayalah Selalu Negeriku, Menuju Sumatera Selatan Gemilang

Tulisan ini diikutsertakan dalam Kompetisi Blog Pesona Sumatera Selatan


TAGS Sumatera Selatan Air Terjun


-

Author

Search

Recent Post